"Kira-kira apa dia melihat langit yang sama denganku?"
Lagi, kuhirup udara dengan dalam-dalam. Entah sudah keberapa puluh juta kali, semenjak aku berada di sini. Aku tak mampu menghitungnya. Sama tak mampunya, untuk aku menghitung bintang-bintang yang berpendar di atas sana.
Oh apa yang aku pikirkan? Dia yang sebentar lagi sidang, wisuda, lulus, dan dengan jelas akan pergi meninggalkan aku, kenapa aku masih sama?
Mungkin mulai sekarang, aku harus merelakannya. Menganggapnya sudah tak lagi menjadi salah satu tokoh yang ada di dalam kisahku.
Ingin sekali aku berteriak TOLOL untuk diriku. Atas segala kebodohan dan kepecundanganku. Atas segala detik yang terlewat untukku memandanginya dari kejauhan. Kalian boleh tertawa. Tapi di dalam sini sakit. Sa-kit.
Jujur rasa ini semakin menggila dan mengganas. Tatkala aku benci untuk menjadi aku yang tak bisa punya keberanian untuk sekedar menyapa, "Hai" saja.
Mungkin aku akan menyesali untuk setiap kesempatan yang terlewat dan dia yang kulewatkan. Mungkin aku akan terus begini, menanti tak pasti, tanpa ada ada, cerita lagi.Terakhir, mungkin aku akan menangis di akhir episodenya nanti.
***
Hari ini aku bertemu dengannya. Oh, ralat aku hanya berdiri di suatu tempat dan hanya diam sambil melihatnya di kejauhan. Entah berapa jarak kami. Konsentrasiku hanya tertuju padanya.
Dia memakai polo shirt coklat kopi. tak lupa tas kulit berbentuk kotak yang ia selempangkan melintas bahu dan dada bidangnya. Wajahnya yang menyiratkan karisma mahadahsyat mampu membuat jantungku berdetak di atas rata-rata. Aku rasa bangunan ini akan roboh. Oh bicara apa aku ini? Hahaha. Mana mungkin bangunan semegah dan kokoh seperti gedung kampusku ini akan roboh hanya karena jantungku?
Aku ini apa? Pemimpi? Yeah, mungkin sebutan itu pantas untukku. Aku pemimpi. Tambahannya adalah pemimpi yang tolol. Jelas dia itu bagai awan. Aku tak mungkin menggapainya. Hanya bisa kupandangidari jauh. Kalaupun aku dekat, aku hanya akan meraih udara kosong tanpa wujud.
Sungguh pesonanya membunuhku. Sudahlah. Berhenti pikirkan dia. Aku lelah. Aku ingin tidur sekarang. Sampai jumpa semuanya. Bangunkan aku besok pagi. Untuk semua kisah yang baru dan untuk aku yang menyukainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar